Kamis, 18 April 2013

Book Review






Nama          : Fatimah Maulida
NPM           : 230210110036
Kelompok   : 13 


International Maritime Bounderies Vol.4
Oleh : J.I. Charney & R.W. Smith

Buku ini adalah pembaharuan dari dua jilid American Society of International Law Project sebelumnya, yang diselesaikan pada tahun 1993. Buku ini berisi tentang laporan dari perjanjian mengenai perbatasan laut yang  telah dicatumkan pada sub-bab Vol. III terbaru dari proyek yang dipublikasikan ke publik.
Pada jilid I-III, informasi dari perjanjian ini dikelompokkan berdasarkan regionalnya, yang memisahkan antara : Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Pasifik Tengah/Asia Timur, Samudera Hindia/Asia Tenggara, Teluk Persia, Laut Hitam/Mediterania, Eropa Utara dan Barat, dan Laut Baltik.
Pada jilid IV sama seperti jilid III, tidak memberikan pembaharuan secara keseluruhan mengenai konten-konten dan dari perjanjian hukum perbatasan laut internasional.
Pada jilid IV ini, penulis mengindikasikan bahwa telah dilaksanakan konsolidasi mengenai peraturan hukum penetapan garis batas laut.
Penulis mengharapkan bahwa buku ini dapat dikaji terus-menerus dan pengacara, ahli geografi, ahli politik, dan lainnya masih tetap dapat menggunakan buku ini sebagai bahan acuan untuka penelitian komparatif mengenai perbatasan laut.
Alex G. Dude Elferink (NILOS)


An International Antitrust Primer
Oleh M.R. Joelson

Di dalam buku ini terdapat pengantar yang instruktif yang disampaikan oleh Diana P. Wood, di mana dia sadar tentang fakta bahwa rezim hukum antitrust di US yang dikenal di komunitas Eropa tidak mendiskriminasi pada basis kewarganegaraan, pengamat terkadang berpikir bahwa toleransi kewarganegaraan mempengaruhi keputusan pihak berwajib. Menurut Diana, hal tersebut tidak mempengaruhi, tetapi dia tidak menutup kemungkinan jika hal tersebut dapat terjadi.
Buku ini menyediakan alasan dari hukum kompetisi sebagai rezim dari hukum domestik maupun internasional. Untuk pebisnis, jurnalis, pelajar, ataupun pengacara yang bukan ahli dalam bidang ini, namun ingin mengetahui hal ini secara kontekstual.

 Dr. R.A. Abdullah Khan (Free University Amsterdam)


Europaisches Zivilprozeβrecht
Oleh J. Kropholler

Buku  ini membahas tentang revisi dari buku aslinya, yang menyebutkan bahwa menurut kasus hukum  Cour of Justice ada kemungkinan kecil untuk dikabulkannya di bawah artikel 31 pada regulasi Brussels I pengakuan dan dukungan protektif dan ukuran provisional.

 Marek Zilinsky (Lecturer in Private International Law)


System undfunktionsweise der welthandelsordrung
Oleh : R. Senti

Berisikan perjanjian komperhensif pertama pegembangan WTO, dan batas kerja institusi yang resmi yang didasarkan dari GATT Senti .
 Gudrun Zagel (University of Salzburg)


International in the Past Cold War World
Oleh : Sienho Yee dan Wang Tieya

Untuk memperingati Juri China Li Haopei  menyatukan 31 essay yang dibagi menjadi 4 bagian
Bagian pertama   membahas trend dan sudut pandang dengan cara menanyakan apakah hukum Internasional mengalami perubahan Paradigma sejak akhir perang dingin. 
Bagian kedua membahas mengenai sumber hukum internasional, penulis menganggap bahwa ada hidup baru tentang dihembuskannya dari konsep hukum prinsip umum, yang diakui oleh Community Of Nations oleh international Criminal Tribunais. 
Bagian ketiga membahas tentang substansi dan teori dari hukum internasional dengan cara menelaah perkembangan dari konsep kejahatan perang mulai dari lieber code hingga persidangan kriminal internasional. 
Bagian terakhir membahas mengenai adjudication dan pengadilan dimana penulis beranggapan apa saja yang dilakukan yang bersedia untuk eksekusi dari vonis oleh European Court Of Human Rights sekarang yang berhubungan dan yang mendasar dan penting sangatlah tinggi

Tobey King (European Commision )  



Oseanografi Fisika : Cahaya dan Suara dalam Air Laut

by Fatimah M. 

A. Cahaya 
Cahaya dan semua bentuk radiasi elektromagnetik bergerak pada kecepatan 3x108 m/s dalam ruang hampa (2,2x108 m/s dalam air laut). Cahaya yang melalui air menjadi subjek penyerapan dan penyebaran, dan intensitasnya berkurang secara eksponensial (ateunasi) terhadap jaraknya dari sumber. (Agus Supangat, 2003)


 
Gambar 1. Hubungan antara iluminasi dan kedalaman lautan. (a) plot intensitas cahaya pada skala linear, hingga kedalaman 300 m. (b) plot intensitas cahaya pada skala logaritma hingga kedalaman 1500 m. Kurva pada (a) korespon ke ujung kanan garis diagonal terbawah pada (b). (The Open University, 1995).

1.      Ilmuninasi dan Penglihatan
Semakin keruh air maka semakin besar atenuasi cahaya akibat penyerapan dan sebaran dan semakin kurang iluminasi pada kedalaman tertentu, semakin pendek jarak objek yang dapat dilihat. (The Open University, 1995).

2.      Visibilitas Bawah Air : Melihat dan Dilihat

Visibilitas bawah air tergantung pada kontras yang merupakan fungsi dari kecerahan objek atau reflektivitas dan atenuasi terhadap jarak. Di bawah kedalaman beberapa meter, cahaya bawah air menjadi monokromatik sehingga kontras adalah hal perbedaan intensitas cahaya dan bukannya warna. Di bagian yang lebih rendah pada zona afotik dimana banyak ikan mempunyai organ bioluminescent (fosfor), cahaya digunakan dengan cara yang sama seperti penggunaan warna di darat untuk pengenalan inter- dan intraspesifik, kamuflase, menghindari predator, dst. (Agus Supangat, 2003)

3.      Pengukuran
Alat yang digunakan untuk pengukuran cahaya bawah air, terdiri dari : Beam transmissometer; Irradiance meter; serta Turbiditas meter atau nephelometer. (Agus Supangat, 2003)

4.      Warna di Laut
Air menyerap gelombang panjang spektrum elektromagnetik sehingga air terlihat biru. ‘Substan kuning’ dan partikel-partikel tersuspensi menyerap gelombang pendek sehingga air keruh cenderung terlihat kuning sementara air laut yang produktif berwarna hijau klorofil. Pada air jernih, 35% cahaya biru-hijau menembus kedalaman 10 m. pada air keruh, 2% cahaya kuninghijau menembus kedalaman 10 m. Fotosintesis tidak terjadi dalam air keruh. (Agus Supangat, 2003)


5. Radiasi Elektromagnetik dan Remote Sensing Lautan
Remote Sensing pasif laut menggunakan visibel yang direfleksi dan diradiasi, info merah dan radiasi microwave untuk menentukan properti seperti temperatur permukaan dan warna air. Remote sensing aktif menggunakan teknik mikrowave imaging radar untuk memperoleh informasi kondisi permukaan laut. Radiasi elektromagnetik tidak dapat menembus jauh ke dalam air sehingga remote sensing dengan spektrum elektromagnetik dapat memberikan informasi langsung hanya mengenai air permukaan dan dekat permukaan tergantung panjang gelombang; dan komunikasi radio tidak dapat dilakukan di bawah permukaan laut. (Agus Supangat, 2003)



B. Suara

Suara atau bunyi adalah bentuk tekanan gelombang dan terbentuk oleh vibrasi yang menghasilkan zona-zona alternatif kompresi (molekulmolekul saling merapat) dan rarefaksi (molekul-molekul saling menjauh). Suara yang melalui air bergerak lebih lambat dari cahaya, tetapi dapat bergerak lebih jauh sehingga digunakan untuk remote sensing dan komunikasi di laut. (Agus Supangat, 2003)

1.      Karakteristik Utama Gelombang Suara di Lautan

Panjang gelombang energi akustik di laut berkisar antara 50 m dan 1 mm. Intensitas akustik akan berkurang dengan bertambahnya jarak dari titik sumber, hal ini sebagai hasil dari: Spreading loss dan Atenuasi akibat penyerapan. (Agus Supangat, 2003)

2.      Laju Bunyi : Refraksi dan Jalur Bunyi
Laju bunyi dalam air laut (c) akan bertambah dengan bertambahnya axial modulus air laut dan berkurang bila densitas bertambah (sekitar 1500 m/s). Axial modulus materi adalah pengukuran elastisitas dalam konteks kemampuan untuk memperoleh bentuk asli mengikuti kompresi dan resistan terhadap kompresi tersebut. Jadi, axial modulus air lebih besar dari udara. (Agus Supangat, 2003)



Gambar 2 (a) Profil temperatur di laut. (b) Profil laju bunyi di laut
(The Open University, 1995).





Sumber :
Supangat, Agus. Susana. Pengantar Oseanografi. 2003. Jakarta: Departemen Kelautan dan Perikanan.
Bearman. G. Editor. Sea Water : Its Composition, Proporties and Behaviour. 1995. England : The Open University.